Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Matematika, (2) Pengaruh Tingkat Kemampuan Awal Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika, (3) Interaksi Pengaruh Model Pembelajaran dan Tingkat Kemampuan Awal Siswa terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pada model pembelajaran ( satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol ). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama negeri di palu selatan, kodya palu. Sampel diambil dari dua sekolah dan masing-masing sekolah diambil satu kelas. Sebagai kelas eksperimen adalah kelas VIIIb SMPN 2 palu dan kelas kontrol adalah kelas VIIIa SMPN2 Palu. Jumlah sample seluruhnya adalah 76 siswa. Alat pengumpulan data berupa tes kemampuan awal dan tes kemampuan memecahkan masalah dengan materi pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Sebelum tes digunakan, terlebih dulu dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas butir soal kedua tes menggunakan Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda soal. Adapun uji validitas empiris dilakukan dengan dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Uji reliabilitas tes menggunakan rumus KR-20 dari Kuder dan Richardson. Hasil uji validitas dan reliabilitas tes kemampuan awal, dari 20 butir soal diperoleh 18 butir soal valid dengan koefisien reliabilitas = 0,87. Berdasarkan kriteria maka tes tersebut mempunyai reliabilitas sangat tinggi. Adapun hasil uji validitas dan reliabilitas tes kemampuan memecahkan masalah, dari 7 butir soal diperoleh 6 butir soal valid dengan koefisien reliabilitas = 0,984. Berdasarkan kriteria maka tes tersebut mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi.
Pengujian hipotesis menggunakan ANAVA dua jalan dengan sel tidak sama pada taraf signifikansi 5%. Sebelumnya, dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas menggunakan uji Liliefors significance correction dari Kolmogorov-Smirnov diperoleh angka signifikansi pada siswa yang belajar dengan penerapan pembelajaran kooperatif adalah 0,494 > 0,05 dan dengan penerapan pembelajaran konvensional diperoleh 0,749 > 0,05. Dari hasil ini dapat disimpulkan data terdistribusi normal. Uji homogenitas varians menggunakan uji varians F, dengan hasil Fhitung = 1,999 Ftabel = 3,9 8) , (2) Terdapat pengaruh tingkat kemampuan awal siswa terhadap kemampuan siswa memecahkan masalah matematika (Fhitung = 59,884 > F table = 3,9 8) dan (3) Terdapat interaksi pengaruh model pembelajaran dan

tingkat kemampuan awal siswa terhadap kemampuan siswa memecahkan masalah matematika (Fhitung = 4,45 > F hitung = 3,9 8) .

Kategori